Konsep Dasar E-Learning
A.
KONSEP
E-LEARNING
Di era globalisasi ini kemajuan teknologi
sangatlah pesat. Mulai dari bidang politik, ekonomi, pendidikan dan lain
sebagainya. Khususnya saja dalam dunia pendidikan. Dimana dalam proses
pembelajaran berlangsung disuatu kelas yang ditandai dengan adanya seorang guru
dan peserta didik. Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi
dalam proses pembelajaran tidak terus menerus dengan tatap muka. Contohnya saja
dengan adanya e-learning, memudahkan guru dalam proses pembelajaran jika guru
berhalangan hadir. Lalu apa itu E-learning ? . E-Learning merupakan kependekan
dari electronic learning (Sohn, 2005). Salah satu definisi umum dari e-learning
diberikan oleh Gilbert & Jones (2001), yaitu: pengiriman materi
pembelajaran melalui suatu media elektronik seperti Internet,
intranet/extranet, satellite broadcast, audio/video tape, interactive TV,
CD-ROM, dan computer-based training (CBT). The ILRT of Bristol University
(2005) mendefinisikan e-learning sebagai penggunaan teknologi elektronik untuk
mengirim, mendukung, dan meningkatkan pengajaran, pembelajaran dan penilaian.
Udan and Weggen (2000) menyebutkan bahwa e-learning adalah bagian dari
pembelajaran jarak jauh sedangkan pembelajaran on-line adalah bagian dari
e-learning. Dapat disimpulkan bahwa e-learning adalah memberikan materi
pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat elektronik baik secara online maupun
offline.
Menurut Widhiarta (2008), keberadaan TIK memunculkan model pembelajaran baru antara lain:
a.
Computer Based Learning/Training (CBL/CBT)
Dalam CBL/CBT
pembelajaran berlangsung dengan
cara penyediaan bahan belajar berupa model elektronik, software
edukasi, maupun bentuk softcopy dari makalah yang sudah ada. Bahan belajar juga bisa berupa program simulasi
keterampilan tertentu sesuai kebutuhan khusus pembelajaran.
b.
Web Based Learning/Web
Based Training
Perkembangan Internet memungkinkan model belajar CBL/CBT yang terintegrasi dalam jaringan
komputer sehingga terjadi perluasan akses bahan belajar kapanpun
dan dimanapun. Aktivitas
kelas terjadi dengan cara peserta mengunduh
dan mempelajari bahan belajar, mengikuti diskusi dengan pengajar menggunakan teknologi
komunikasi yang tersedia
(chat, email, video
converence)
c.
Mobile Learning
Model pembelajaran yang memanfaatkan keberadaan
ponsel cerdas yang pervasif dan merupakan
bagian dari kultur populer masyarakat sebagai sarana
pembelajaran. Fitur dan kelengkapan teknologi telepon genggam
saat ini sangat mendukung keberhasilan konsep mobile
learning.
B.
Karakteristik
E-Learning
E-learning terdapat karakteristik yang
harus dimiliki sebagai pembeda dengan pembelajaran konvesional, yaitu sebagai
berikut :
a.
Interactivity
E-learning harus memfasilitasi jalur komunikasi baik secara real time(synchronus) seperti
chatting dan messenger, maupun tidak real time (asynchronous) seperti forum dan mailing list.
b.
Independency/kemandirian
Ketersediaan bahan belajar, waktu,
dan akses yang flexibel
memungkinkan peserta
didik untuk melakukan
aktivitas pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing dan menjadi active learner.
Namun hal ini tidak akan berjalan baik jika masing-masing individu
tidak memiliki kemandirian. Kemandirian disini berarti peserta
didik belajar tanpa ada yang menyuruh
atau mengingatkan, mengerjakan tugas tanpa ada yang mengejar-ngejar dan lain-lain.
Semua berdasarkan kesadaran sendiri. Jadwal, pengaturan waktu dan reminder, bahkan
saran acuan belajar yang ada hanya berupa
mesin belaka, yang tidak akan berarti apapun jika
peserta didik tidak menyadarinya
secara mandiri.
c.
Accessibillity/aksesabilitas
Sumber-sumber belajar dan informasi akademik harus lebih mudah diakses dan terdistribusi lebih luas
dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
d.
Enrichment/pengayaan
Kegiatan
pembelajaran serta presentasi bahan pembelajaran disajikan dengan cara yang lebih variatif
dan interaktif seperti penggunaan video striming, aplikasi
simulasi, dan animasi.
C.
Tujuan
E-learning
1.
Meningkatkan
kemampuan peserta didik untuk belajar secara mandiri.
2.
Meningkatkan
daya berpikir secara mandiri.
3.
Merangsang
dan meningkatkan inovasi baru, khususnya calon guru (mahasiswa) untuk membuat
suatu inovasi pemeblajaran yang interaktif,inovatif,kreatif dan menyenangkan.
4.
Memudahkan
mahasiswa maupun siswa untuk mencari materi pembelajaran kapanpun dan dimanapun
tanpa dibatasi waktu pertemuan.
D.
Manfaat E-Learning
Teknologi memiliki dampak yang sangat besar bagi
kehidupan manusia., baik itu dampak positif maupun dampak negative dari
berbagai bidang. Adapun beberapa manfaat menurut Pranoto, dkk (2009:309)
sebagai berikut :
1 .
Meningkatkan suatu
partisipasi aktif dari mahasiswa.
2 .
Meningkatkan suatu
kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
3 .
Meningkatkan suatu
kualitas materi pendidikan serta juga pelatihan.
4 .
Meningkatkan suatu
kemampuan untuk dapat menampilkan informasi dengan perangkat teknologi
informasi, yang mana dengan perangkat biasa akan sulit dilakukan.
Adapun manfaat yang didapat lainnya antara lain:
1.
Menghemat biaya
Dengan adaya e-learning dapat belajar dimanapun dan
mengefesiensi biaya bagi pembelajar terhadap biaya transportasi serta
akomodasi.
2.
Fleksibelitas
Dengan adanya e-learning kita dapat mengakses materi
yang dibutuhkan kapanpun dan dimanapun tanpa ada batasan waktu pertemuan.
3.
Pendekatan yang
lebih personal ke setiap siswa
Pembelajaran ini terfokus terhadap kebutuhan setiap
siswa. Dengan e-learning ini memberikan pengalaman pembelajaran yang bertahap
dan konten beragam.
4.
Memonitoring hasil
belajar
Dengan adanya e-learning memudahkan guru untuk
memonitoring hasil belajar peserta didik. Contohnya, di sistem itu terdapat
materi dan kuis, lalu peserta didik mencoba menjawab kuis tersebut. Setelah
mengisi kuis akan ada soal lagi jika jawaban kuis yang pertama belum memenuhi
kkm. Tapi, jika melebihi kkm bisa membuka materi dan kuis pertemuan
selanjutnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan guru dalam merekap materi apa
yang belum dipahami dari kebanyakan jawaban yang salah tersebut.
E.
Komponen
e-learning
Ada
3 komponen pembentuk e-learning yaitu :
a. Infrastruktur: Infrastruktur e-learning dapat berupa
personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk
didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui
teleconference.
b. Sistem dan aplikasi: sistem perangkat
lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar
konvensional. Bagaimana manajemen kelas,
pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor),
manajemen proses belajar mengajar.
Sistem perangkat lunak tersebut
sering disebut dengan Learning Management Sistem (LMS). LMS banyak yang opensource
sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk
dibangun di sekolah dan universitas.
c. Koten: konten dan bahan ajar yang pada e-Learning system (Learning
Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia) atau Text-based Content (konten berbentuk
teks seperti pada buku pelajaran
biasa). Konten ini disimpan
dalam Learning Management System (LMS) Sehingga dapat
dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun.
Daftar
Pustaka
https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-e-learning/
Diakses tanggal 17 Maret 2020,pukul10.00 WIB.
https://www.artikelsiana.com/pengertian-e-learning-tujuan-fungsi-e-learning-ciri-sejarah-e-learning/ Diakses tanggal 17 Maret 2020,pukul 10.09 WIB>
https://www-hashmicro-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.hashmicro.com/id/blog/manfaat-e-learning-bagi-sekolah-dan-lembaga-pendidikan/?amp_js_v=a3&_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=15844160476307&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_tf=Dari%20%251%24s&share=https%3A%2F%2Fwww.hashmicro.com%2Fid%2Fblog%2Fmanfaat-e-learning-bagi-sekolah-dan-lembaga-pendidikan%2F Diakses tanggal 17 Maret 2020,pukul 10.30 WIB.
https://eko13.wordpress.com/2008/05/02/definisi-dan-komponen-e-learning/ Diakses tanggal 17 Maret 2020,pukul 10.48 WIB.
BAHAN AJAR E-LEARNING PGSD FIP UNNES
Komentar
Posting Komentar